Langsung ke konten utama

RS. PELNI raih PENGHARGAAN dari IQAF.

Jakarta (ANTARA News) - Rumah Sakit Pelni, Jakarta Pusat berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang "Indonesian Quality AWARD 2017" dengan memenangkan kategori Good Performance danGold Growth Achievement Performance Baldrige Excellent Framework.

"RS Pelni mendapatkan penghargaan  Good erformance  dari band 3 performance naik menjadi band 4. Dan juga menerima penghargaan Kenaikan Score tertinggi dengan penghargaan Gold Growth Performance Baldrige Excellent Framework," ujar Direktur Utama RS Pelni Fathema Djan Rachmat di Jakarta, Selasa.

Baldrige Excellent Framework adalah metodologi manajemen yang bagus sekali untuk menghadapi era disruptif ini karena metode ini menantang RS Pelni untuk meningkatkan daya kompetisi global, ungkap dia.

Fathema mengatakan RS Pelni mendapatkan penghargaan sebagai hasil kerja keras dalam meningkatkan kemampuan baik di Health care nasional maupun internasional dan juga berkompetisi dengan bidang lainnya.

"Dalam organisasi harus tumbuh dan meningkat menjadi lebih baik atau dia akan tertinggal," ujar dokter spesialis jantung itu.

Ia berharap RS Pelni dapat terus melayani pasien dengan baik dan nilai tambah yang dapat diterima oleh pasien dan terus berjuang meningkatkan daya kompetisi global untuk bersaing dengan RS lain di luar negeri.

Penganugerahan Indonesian Quality Award 2017 diselenggarakan oleh Indonesian Quality Award (IQA) Foundation

RS Pelni mendapatkan dua penghargaan setelah mengikuti serangkaian penilaian selama satu minggu pada awal Oktober 2017.

Pada awal oktober 2017, Tim Examiner Indonesian Quality Award (IQA) melakukan kunjungan ke RS Pelni. Tujuan dari kunjungan ini dilakukan dalam rangka melakukan klarifikasi- klarifikasi terhadap hal-hal yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut terkait informasi yang disampaikan dalam dokumen aplikasi.

Tim Penguji beranggotakan Tumpah Siregar sebagai ketuanya, kemudian I Gusti Lanang Utawa, Philips Kembaren, Suyanto dan Tolopan Tobing.

Assessment untuk penilaian kinerja berdasarkan kriteria Baldrige Excellence Framework (education) 2017-2018.

IQA Foundation adalah satu satunya pemegang lisensi Baldrige Excellent Framework Amerika di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbaikan PELAYANAN RS berbasis LEAN MANAGEMENT

Setelah melewati tahun pertama implementasi INACBG di Indonesia, praktisi rumah sakit banyak sekali mendapat pelajaran berdasarkan pengalaman (learning by doing).  Dalam proses belajar yang terjadi secara massal dan pararel pada seluruh stake holder pelayanan kesehatan di Indonesia tersebut ada yang membawa organisasinya melalui tahun 2014 dengan gemilang, namun tidak sedikit pula yang mengalami kesulitan.  Terutama dikaitkan dengan adaptasi terhadap prospective payment system . Niat baik para praktisi rumah sakit di Indonesia untuk berkontribusi dalam program JKN, tidak semua berbuah manis. Banyak sekali aturan perundangan yang mengamanatkan konsep kendali mutu kendali biaya dalam pelayanan kesehatan,baik yang dikemukakan eksplisit maupun implisit. Dari UUD 1945, UU 39 th 1999 tentang Hak asasi manusia, UU no. 40 th 2004 tentang SJSN, UU no. 24 th 2011 tentang BPJS, PP 101 th 2012 tentang PBI, PP 86 th 2013 tentang Kepesertaan tenaga kerja, Perpres 111 th 2013...

BERBENAH menjadi yang TERDEPAN

Kartini pasti tersenyum bangga melihat wanita Indonesia. Saat ini banyak sekali bermunculan pemimpin-pemimpin perempuan di berbagai bidang dengan ciri tersendiri. Diantara ratusan nama ada nama Fathema Djan Rachmat, perempuan Indonesia yang berprofesi sebagai dokter menjabat sebagai orang nomor satu di Rumah Sakit Pelni. Sebuah rumah sakit di bawah naungan P T Pelayaran Indone - sia (Persero) yang peletakan batu pertama dilakukan pada medio 1914 diatas lahan seluas 30.000 m2 dan diresmikan pada 21 April 1918 yang dulu disebut KPM Hospital. Perempuan kelahiran Palembang, 10 Januari 1964 ini menakhodai Rumah Sakit Pelni sejak tahun 2014. “Menjadi pemimpin itu tidak ha - nya memimpin sebuah organisasi tapi lebih dalam lagi adalah mem - bangun manusia,” ungkap dr. Fath biasa dia disapa. Ia tidak hanya me - lihat karyawan yang menjadi bawahannya dalam organiasi tapi juga melihat keluarga yang bergantung kepada karyawan tersebut. “Saya melihat take home pay yang diterima...

Implementing Malcolm Baldrige Excellence Framework to improve Hospital Services Quality : Lessons Learned From PELNI Hospital

Why Baldrige Execellence Framework (BEF) it could be so necessary? We will know for at least these three reason: It needed for performance measures hospital as a company and public service at once It comparing whether our company was better than another, which means in same industry that could be competitor or a feeder It has comprehensive approach to view healthcare service as a business unit toward different company in different field BEF does need as complementary tools in organization in order to get higher level of their performance. Instead of in hospital industry, especially in Indonesia, there are two organizations whose rules and constitutes about what hospital industry must fit in. First, KARS accreditation, which has “five star paripurna” as top goal within their 14 standards. And second, Joint Commission International, which has “gold seal” as top goal within their 15 standards. It depends on what level you want to be acknowledg...