Langsung ke konten utama

Apresiasi

PENGHARGAAN dari ANUGERAH PEREMPUAN INDONESIA.

Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2016 merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada Perempuan Pengusaha di Indonesia, yang bertujuan untuk : 
1) Memberikan Penghargaan kepada Perempuan sebagai Pemimpin dalam perusahaan yang juga berperan penting dalam keluarga. 
2) Memberikan Penghargaan atas kontribusi yang signifikan bagi pengembangan perekonomian di Indonesia. 
3) Meningkatkan prestasi dan peran pentingnya dalam pembangunan perekonomian nasional,melalui peningkatan   kinerja, profesionalisme, dan daya saing perusahaan.

Dalam rangka itulah, Indonesia-Asia Institute bersama Ideku Group ( Economic Review, Woman Review) telah memberikan Penghargaan Tertinggi kepada Para Perempuan Indonesia yang memiliki inovasi, kepemimpinan, keteladanan di bidang yang ditekuninya, berupa Penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia 2016, yang telah berlangsung sejak tahun 2012.

“Para Perempuan penerima Anugerah juga adalah mereka yang memiliki daya pengaruh yang besar dalam dunia Ekonomi, Perdagangan, Bisnis, Politik, Pemerintahan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, Ilmu Pengetahuan maupun Teknologi serta Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan Perempuan,” kata Founder majalah Economic Review dan Woman Review Nana Irlisa Rachmadiana sekaligus Ketua Dewan Juri API 2016.

Bersamaan dengan penyelenggaraan API 2016, juga diresmikan secara langsung oleh Menteri PP dan PA Prof.Dr. Yohana S.Yembesi peresmian Himpunan Anugerah Perempuan Indonesia atau HAPI, melalui peresmian ini diharapkan seluruh anggota API yang telah memasuki empat angkatan ini dapat mempererat tali kekeluargaan sesama para pemenang sehingga dapat berkontribusi langsung secara bersama-sama dalam turut serta berpartisipasi untuk mendukung aktifitas atau rencana pemerintahan Indonesia untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Anugerah Perempuan Indonesia ini mempunyai Visi Keteladanan Para Perempuan Pemimpin di Indonesia untuk menuju Keteladanan Para Perempuan Pemimpin di Dunia.  Dengan Misi memberikan Apresiasi kepada Perempuan Pemimpin di Indonesia antara lain di Perusahaan, BUMN, BUMD , Swasta, dan Pemerintahan. Apresiasi diberikan kepada Perempuan Pemimpin di Indonesia antara lain di Perusahaan, BUMN, BUMD dan Swasta.

Fathema Djan Rachmat namanya telah banyak dikenal sebagai dokter bedah. Ia telah dipercaya memimpin RS Pelni sejak tahun 2014 sebagai Direktur Utama. Sebelumnya Fathema pernah menjabat sebagai Kepala Bedah Departemen Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan juga menjabat sebagai Komisaris Rumah Sakit Jakarta Heart Center – Matraman. Gaya kepemimpinan Fathema didasari oleh beberapa hal yaitu pemikiran masa depan (future thinking) serta menggunakan ‘opportunity mindset’ dan harus memiliki energi yang kuat sehingga mampu mendorong terjadinya inovasi atau perubahan radikal agar organisasi dapat tumbuh dan berkembang.

Dalam Penghargaan ini, beliau memperoleh Penghargaan untuk katagori PEREMPUAN INOVATIF.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERBENAH menjadi yang TERDEPAN

Kartini pasti tersenyum bangga melihat wanita Indonesia. Saat ini banyak sekali bermunculan pemimpin-pemimpin perempuan di berbagai bidang dengan ciri tersendiri. Diantara ratusan nama ada nama Fathema Djan Rachmat, perempuan Indonesia yang berprofesi sebagai dokter menjabat sebagai orang nomor satu di Rumah Sakit Pelni. Sebuah rumah sakit di bawah naungan P T Pelayaran Indone - sia (Persero) yang peletakan batu pertama dilakukan pada medio 1914 diatas lahan seluas 30.000 m2 dan diresmikan pada 21 April 1918 yang dulu disebut KPM Hospital. Perempuan kelahiran Palembang, 10 Januari 1964 ini menakhodai Rumah Sakit Pelni sejak tahun 2014. “Menjadi pemimpin itu tidak ha - nya memimpin sebuah organisasi tapi lebih dalam lagi adalah mem - bangun manusia,” ungkap dr. Fath biasa dia disapa. Ia tidak hanya me - lihat karyawan yang menjadi bawahannya dalam organiasi tapi juga melihat keluarga yang bergantung kepada karyawan tersebut. “Saya melihat take home pay yang diterima...

Perbaikan PELAYANAN RS berbasis LEAN MANAGEMENT

Setelah melewati tahun pertama implementasi INACBG di Indonesia, praktisi rumah sakit banyak sekali mendapat pelajaran berdasarkan pengalaman (learning by doing).  Dalam proses belajar yang terjadi secara massal dan pararel pada seluruh stake holder pelayanan kesehatan di Indonesia tersebut ada yang membawa organisasinya melalui tahun 2014 dengan gemilang, namun tidak sedikit pula yang mengalami kesulitan.  Terutama dikaitkan dengan adaptasi terhadap prospective payment system . Niat baik para praktisi rumah sakit di Indonesia untuk berkontribusi dalam program JKN, tidak semua berbuah manis. Banyak sekali aturan perundangan yang mengamanatkan konsep kendali mutu kendali biaya dalam pelayanan kesehatan,baik yang dikemukakan eksplisit maupun implisit. Dari UUD 1945, UU 39 th 1999 tentang Hak asasi manusia, UU no. 40 th 2004 tentang SJSN, UU no. 24 th 2011 tentang BPJS, PP 101 th 2012 tentang PBI, PP 86 th 2013 tentang Kepesertaan tenaga kerja, Perpres 111 th 2013...

Keselamatan PASIEN di KAMAR OPERASI

Keselamatan pasien di kamar operasi menjadi salah satu poin International Patient Safety Goals (IPSG) dalam standar kualitas layanan di rumah sakit dari The Join Commission International (JCI). Disamping itu, keselamatan pasien di kamar operasi dapat pula dilihat dari segi manajemen mutu dan risiko. Dimana pengelolaan kamar operasi dapat menggunakan kompas perspektif kualitas yaitu; klinis, fungsi, biaya dan kepuasan untuk mencapai target keselamatan pasien sebagai outcome kegiatannya. Manajemen risiko di kamar bedah untuk mencapai keselamatan pasien merupakan infinity cycle (siklus yang berkesinambungan) dimulai dari mengidentifikasi risiko, asesmen, monitoring, kontrol risiko, evaluasi, adaptasi terhadap perubahan. Khususnya menghadapi lonjakan kunjungan pasien pasca operasionaliasi BPJS Kesehatan, maka dibutuhkan manajemen perubahan untuk dapat mencapai, kemudian mempertahankan keselamatan pasien di kamar operasi. Terdapat 10 prinsip utama untuk mendesain ulang (redesain) layan...