Langsung ke konten utama

5 Step Healthcare TRANSFORMATION


Di era JKN model pendapatan rumah sakit berubah dari FEE for SERVICE menjadi PERSPEKTIF PAYMENT SYSTEM ( pembayaran berbasis paket layanan).  Hal ini memiliki konsekwensi pada sistem keuangan Rumah Sakit.

Jika dahulu tarif ditentukan oleh rumah sakit, di era JKN dilakukan oleh pemerintah. Sehingga upaya yang harus dilakukan adalah menciptakan efisiensi  melalui i perbaikan proses bisnis dan mplementasi lean management, dimana hal ini berangkat dari pendapat pakar manajemen dunia bahwa 30-60% operasional rumah sakit tidak efisien (waste).

Waste terjadi di semua titik pelayanan.  pada proses kedatangan pasien adalah waiting time registrasi, waiting time dokter, waiting time obat di farmasi. Pada proses kepulangan pasien misalnya waiting time obat pulang, waiting time penjemputan keluarga pasien.

Dari masalah diatas, diupayakan dilakukan eliminasi waste melalui Heinjuka (pemerataan beban kerja), pemakaian signal untuk mempercepat proses layanan, pelayanan berbasis Just in time. 

Selain itu juga proses Volume reduce cost disertai dengan quality insiatif melalui Lean management  ( standarisasi kerja, build in quality in process/ penccegahan defect, perbaikan flow dan pelaksanaan PDCA), pendayagunaan IT secara masif  akan menciptakan efisiensi yang maksimal dan menurunkan biaya secara signifikan.

Oleh karenanya, agar hal diatas dilakukan secara masif yang melibatkan seluruh pegawai, Untuk menghadapinya kami melakukan langkah-langkah sbb:

a.        Merubah MIND SITE, dari cara berpikir lama yang didominasi oleh konsep fee for service menjadi konsep Asuransi Sosial ( JKN). Mind site baru ini dilandasi oleh nilai nilai baru, (profesional, inovatif, komunikatif dan integritas),  filosofi baru ( respect to people).

b.        Melakukan Akselerasi Culture Transformation, dimana hal ini melalui Pelatihan bagi 1500 pegawai untuk memperkenalkan 4 nilai, 11 prilaku dan 3 budaya RS. PELNI.

c.         Meredesign proses yang bertujuan untuk memperbaiki proses layanan yang dimulai dari pasien masuk, saat dilayani dan sampai pasien pulang.  Untuk mewujudkan Hal ini kami memperkenalkan  melalui kegiatan pelatihan BISNIS PROSES dan Lean Management  untuk 1500 Karyawan Rs. Pelni.  dua pengetahuan ini sangat bermanfaat untuk mewujudkan layanan yang berkualitas dari hasil perubahan bisnis proses as- is to should be dengan memberi value di semua titik layanan bagi pasien ( Build in quality in the process).

d.        Perubahan ini dapat dipercepat dengan pendayagunaan IT pada layanan rumah sakit melalui pendekatan to made not to buy dengan pembuatan design, software, networking yang dikerjakan sendiri oleh Tim IT yang dimiliki oleh Rs. Pelni. Pengembangan IT ini dilakukan secara LIFE CYCLE Development, artinya setiap proses yang memiliki masalah dapat dikembangkan melalui IT, misalnya Conection antar unit, penyelesaian claim, Bed management bagi kemudahan akses  calon pasien ranap. Sehingga pada akhirnya IT merupakan bagian penting dari sistem kerja yang harus dimiliki oleh rumah sakit dalam menciptakan layanan yang berkualitas ( IT is THE WAY WE CHANGE

e.        Continoues Improvement terus dilakukan oleh semua karyawan dengan melibatkan seluruh karyawan yang fokus kepada perubahan-perubahan kecil  di pelayanan maupun di manajemen yang berdampak besar dengan metode Kaizen.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keselamatan PASIEN di KAMAR OPERASI

Keselamatan pasien di kamar operasi menjadi salah satu poin International Patient Safety Goals (IPSG) dalam standar kualitas layanan di rumah sakit dari The Join Commission International (JCI). Disamping itu, keselamatan pasien di kamar operasi dapat pula dilihat dari segi manajemen mutu dan risiko. Dimana pengelolaan kamar operasi dapat menggunakan kompas perspektif kualitas yaitu; klinis, fungsi, biaya dan kepuasan untuk mencapai target keselamatan pasien sebagai outcome kegiatannya. Manajemen risiko di kamar bedah untuk mencapai keselamatan pasien merupakan infinity cycle (siklus yang berkesinambungan) dimulai dari mengidentifikasi risiko, asesmen, monitoring, kontrol risiko, evaluasi, adaptasi terhadap perubahan. Khususnya menghadapi lonjakan kunjungan pasien pasca operasionaliasi BPJS Kesehatan, maka dibutuhkan manajemen perubahan untuk dapat mencapai, kemudian mempertahankan keselamatan pasien di kamar operasi. Terdapat 10 prinsip utama untuk mendesain ulang (redesain) layan...

RS. PELNI: Succes STORY di era JKN

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dengan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Bambang Supriyatno meninjau salah satu fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yaitu Rumah Sakit (RS) Pelni Jakarta. Peninjauan yang dilakukan dengan kegiatan kunjungan atau spotcheck ini bertujuan memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendapatkan pelayanan yang baik sesuai dengan ketentuan. Direktur Utama RS Pelni Fathema Djan Rachmat mengungkapkan bahwa program JKN-KIS tidak hanya memberikan jaminan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat, tetapi turut membuat RS Pelni tumbuh dengan baik. Hal ini dibuktikan dari peningkatan fasilitas layanan kesehatan dengan penambahan berbagai teknologi terkini. Misalnya sistem pembayaran pelayanan kesehatan casemix yang mempercepat pelayanan pasien, anjungan daftar mandiri demi memperlancar proses registrasi dan administrasi dengan waktu hanya 1-2 menit, dan bed management untuk saran...

KERJA KERAS berbuah PUJIAN

Dear Friends Selamat pagi Ucapan Terima kasih Kebanggaan WOW Terus menerus mengalir . Semua membicarakan Hebatnya tim panitia Pendukung Pelaksana Acara Halal Bihalal  Anugerah Perempuan Indonesia yang diselenggarakan pada 7 juli 2017. Luar biasa cantik dan puitis MC kita dr Danti Penyambutan yang hangat,  Session Foto yang Keren, Acara yang mantab,  Tarian, Nyanyian,  Paduan Suara, Pakaian dan Budaya organisasi yang kental . Semua Berdecak kagum. Makanan yang cita rasa luar biasa dan sehat juga  Keramahan dan Senyuman yang dirasakan oleh perempuan API menghadirkan kepercayaan kepada RS Pelni. Semua pujian dan ribuan terima kasih dihaturkan tak henti hentinya ditujukan kepada kita semua atas hasil Kerja sama yang kuat diantara tim direksi , managemen dan para dokter perawat memberikan kesan dan  pengalaman yang baik dan membuat mereka punya keterikatan dengan kita. Semoga hal ini membuka jalan untuk kerja sama melalui Woman Leader yang tergabung di ...